Kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS masih rendah, padahal keterampilan ini sangat penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan banyak siswa belum mampu mencapai standar yang diharapkan, sehingga kondisi ini menjadi permasalahan mendasar yang perlu ditindaklanjuti dengan strategi pembelajaran yang tepat. Selain itu, hasil belajar siswa juga belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media dan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga pembelajaran cenderung monoton, kurang menarik, serta menghambat keterlibatan aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul IPS berbasis pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Metode penelitian menggunakan desain pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan tes. Validasi ahli materi dilakukan oleh Ketua MGMP IPS Kabupaten Kuningan, Pengawas Pembina sedangkan validasi ahli media dilakukan oleh dua orang dosen. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul berada pada kategori sangat layak. Uji coba terbatas dengan independent T-test memperoleh nilai signifikansi 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil posttest antara kelas eksperimen dan kontrol. Uji coba luas dengan One Way ANOVA menghasilkan nilai signifikansi 0,898, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antar sekolah. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa e-modul IPS berbasis pembelajaran berdiferensiasi valid, interaktif, fleksibel, berpusat pada siswa, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
.
Kata kunci: E-Modul, Pembelajaran Berdiferensiasi, Kemampuan berpikir kritis
Students’ critical thinking skills in Social Studies subjects remain low, even though this competency is highly important for improving the quality of education. Field observations show that many students have not yet reached the expected standards, making this a fundamental problem that needs to be addressed with appropriate learning strategies. In addition, student learning outcomes have not met the criteria for achieving learning objectives. Contributing factors include the limited availability of media and teaching materials suited to students’ characteristics, resulting in monotonous and less engaging learning, which hinders active participation in the learning process. Therefore, this study aims to develop a Social Studies e-module based on differentiated learning to enhance students’ critical thinking skills.
The research employed the ADDIE development design, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through questionnaires, interviews, and tests. Content validation was carried out by the Head of the Social Studies Teacher Working Group (MGMP) of Kuningan Regency and a Supervising School Inspector, while media validation was conducted by two university lecturers. The validation results indicated that the e-module was categorized as highly feasible. A limited trial using an independent T-test obtained a significance value of 0.001, indicating a difference in posttest results between the experimental and control classes. A wider trial using One Way ANOVA produced a significance value of 0.898, suggesting no significant differences between schools. The study concludes that the Social Studies e-module based on differentiated learning is valid, interactive, flexible, student-centered, and effective in improving students’ critical thinking skills.
Keywords: E-Module, Differentiated Instruction, Critical Thinking Skills