Penelitian ini bertujuan untuk menentukan portofolio investasi optimal pada emiten saham indeks Kompas 100 periode 2022–2024 dengan menggunakan dua metode, yaitu Metode Markowitz dan Single index model. Latar belakang penelitian berangkat dari kenyataan bahwa Indeks Kompas 100 mengalami penurunan kumulatif sebesar 21 % selama tiga tahun berturut-turut, sehingga diperlukan strategi konstruksi portofolio yang dapat memaksimalkan return dan meminimalkan risiko. Data yang digunakan merupakan data harga saham harian dan indeks pasar (IHSG) emiten Kompas 100 periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung komposisi portofolio optimal, proporsi dana investasi, serta besaran return dan risiko portofolio yang dihasilkan oleh masing-masing metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Markowitz membentuk portofolio optimal yang terdiri dari 12 saham BBCA, INDF, MIKA, JPFA, AKRA, ICBP, ITMG, BRPT, DSNG, TPIA, ELSA, dan ISAT dengan proporsi investasi terbesar pada BBCA (25,12 %) dan return portofolio 0,90 % serta risiko 1,89 %. Sementara itu, Single index model memilih 19 saham di antaranya ADRO, AKRA, AMRT, BBCA, BBNI, BMRI, BRPT, DOID, DSNG, ELSA, ESSA, INDY, ITMG, MAPI, MEDC, MIKA, PGAS, TPIA, dan UNTR dengan return portofolio 2,35 % dan risiko 1,53 %. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara return (Sig. = 0,310) maupun risiko (Sig. = 0,247) kedua metode. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua metode memiliki kinerja portofolio yang relatif setara dalam konteks sampel studi kasus Indeks Kompas 100.
Kata kunci : portofolio optimal, Metode Markowitz, Single index model, indeks Kompas 100, return dan risiko.