Ramadhan, Abdi (2026) ANALISIS STRATEGI PENGUSAHA ROTAN DALAM MENGEMBANGKAN USAHA DI DESA TEGALWANGI KECAMATAN WERU KOTA CIREBON. S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (192kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (181kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (141kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (245kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB VI] Text (BAB VI)
BAB VI.pdf

Download (129kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (341kB) | Request a copy
Official URL: https://rama.uniku.ac.id

Abstract

Industri kerajinan rotan merupakan salah satu industri kreatif terkemuka di Indonesia dan memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal. Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kota Cirebon, dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan rotan terbesar di Indonesia, dengan sebagian besar penduduknya bergantung pada usaha berbasis rotan sebagai sumber mata pencaharian utama mereka. Namun, pengusaha rotan menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketersediaan bahan baku yang terbatas, persaingan bisnis yang ketat, perubahan permintaan pasar, dan kendala dalam teknologi produksi dan sumber daya manusia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha rotan dan untuk merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan 23 pengusaha rotan yang dipilih menggunakan metode sensus. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan industri rotan meliputi tenaga kerja terampil, pengalaman produksi, kualitas produk, dan jaringan pemasaran yang mapan, sedangkan kelemahan meliputi ketergantungan pada pemasok bahan baku eksternal, penggunaan peralatan modern yang terbatas, dan tingkat pelatihan formal yang rendah. Peluang muncul dari meningkatnya permintaan domestik dan internasional, dukungan pemerintah untuk industri kreatif, dan meningkatnya minat pada produk ramah lingkungan, sedangkan ancaman meliputi fluktuasi harga bahan baku, persaingan dari produk pengganti, dan perubahan kebijakan. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kemitraan pemasok, peningkatan inovasi produk, perluasan pemasaran digital, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Secara keseluruhan, pengusaha rotan di Desa Tegalwangi memiliki potensi yang kuat untuk mengembangkan bisnis mereka melalui strategi yang terencana dan berkelanjutan.

The rattan craft industry is one of Indonesia’s leading creative industries and plays an important role in supporting local economic development. Tegalwangi Village, Weru District, Cirebon City, is known as one of the largest rattan craft centers in Indonesia, with most of its population relying on rattan-based businesses as their main source of livelihood. However, rattan entrepreneurs face various challenges, including limited raw material availability, intense business competition, changes in market demand, and constraints in production technology and human resources. This study aims to analyze internal and external factors influencing rattan business development and to formulate appropriate development strategies. The research used a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, questionnaires, interviews, and documentation involving 23 rattan entrepreneurs selected using a census method. Data were analyzed using SWOT analysis. The results indicate that strengths include skilled labor, production experience, product quality, and established marketing networks, while weaknesses involve dependence on external raw material suppliers, limited use of modern equipment, and low levels of formal training. Opportunities arise from increasing domestic and international demand, government support for creative industries, and growing interest in environmentally friendly products, whereas threats include fluctuating raw material prices, competition from substitute products, and policy changes. Based on the SWOT analysis, recommended strategies include strengthening supplier partnerships, increasing product innovation, expanding digital marketing, and improving human resource capacity. Overall, rattan entrepreneurs in Tegalwangi Village have strong potential to develop their businesses through well-planned and sustainable strategies.

Item Type: Thesis (S1 / D3)
Uncontrolled Keywords: industri rotan, strategi pengembangan bisnis, analisis SWOT, industri kreatif, rattan industry, business development strategy, SWOT analysis, creative industry.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Fakultas Kehutanan > S1 Kehutanan
Depositing User: S.Hut Abdi Ramadhan
Date Deposited: 22 Apr 2026 08:23
Last Modified: 22 Apr 2026 08:23
URI: https://rama.uniku.ac.id/id/eprint/5033

Actions (login required)

View Item
View Item