Karya sastra tidak hanya menjadi cerminan dari realitas sosial yang terjadi di masyarakat, tetapi karya sastra juga merupakan media untuk mengungkapkan pemikiran atau pandangan pengarang terhadap suatu keadaan sosial yang terjadi. Oleh karena itu, novel merupakan karya sastra yang digunakan sebagai salah satu alat untuk menggambarkan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Rumusan Masalah: (1) bagaimana kelas sosial, kultural, dan kekuasaan masyarakat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?, (2) bagaimana ketimpangan sosial masyarakat dilihat dari aspek kelas sosial, kultural, dan kekuasaan masyarakat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?. Tujuan Penelitian: (1) untuk mendeskripsikan kelas sosial, kultural, dan kekuasaan masyarakat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, (2) untuk mendeskripsikan ketimpangan sosial dilihat dari aspek kelas sosial, kultural, serta kekuasaan masyarakat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitataif. Teknik Penelitian: teknik analisis dengan mengkaji dialog dan narasi melalui dokumentasi dan studi pustaka terhadap novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Hasil Penelitian: adanya ketimpangan antara kelas bawah dan kelas atas dilihat dari aspek kelas sosial, kultural, dan kekuasaan. Kelas bawah digambarkan hidup dalam keterbatasan akses terhadap pendidikan dan fasilitas sosial, sementara kelas atas memperoleh kemudahan dalam berbagai bidang. Secara kultural, ketimpangan terlihat dari perbedaan dalam akses teknologi, pendidikan, dan organisasi sosial. Dari sisi kekuasaan, sistem otoritas dalam masyarakat baik tradisional, karismatik, maupun rasional-legal berperan dalam memperkuat dominasi kelas atas. Temuan ini mencerminkan adanya ketimpangan struktural dalam masyarakat Belitong sebagaimana digambarkan dalam novel.
Kata kunci: kekuasaan, kelas sosial, ketimpangan sosial, kultural, novel Laskar Pelangi, sosiologi sastra.
Literary works are not only a reflection of the social reality that occurs in society, but literary works are also a medium to express the author's thoughts or views on a social situation that occurs. Therefore, novels are literary works that are used as one of the tools to describe social problems that occur in society. Problem Formulation: (1) How are the social, cultural, and power classes of society in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata?, (2) How is social inequality in society seen from the aspects of social, cultural, and power classes in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata?. Research Objectives: (1) to describe social class, culture, and power in society in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata, (2) to describe social inequality seen from the aspects of social class, culture, and power in society in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata. Research Method: this research uses a qualitative descriptive method. Research Technique: analysis technique by studying dialogue and narrative through documentation and literature study of the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata. Research Results: there is inequality between the lower and upper classes seen from the aspects of social class, culture, and power. The lower class is depicted as living in limited access to education and social facilities, while the upper class has convenience in various fields. Culturally, inequality can be seen from differences in access to technology, education, and social organizations. In terms of power, the authority system in society, whether traditional, charismatic, or rational-legal, plays a role in strengthening the dominance of the upper class. This finding reflects the existence of structural inequality in Belitung society as depicted in the novel.
Keywords: a study of literary sociology, cultural, Laskar Pelangi novel, power, social class, social inequality.