Persaingan global menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mencapai kinerja optimal. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kinerja pegawai ASN dan P3K di Kecamatan se-Kabupaten Kuningan yang belum maksimal, sebagaimana terlihat dari nilai rata-rata kinerja sebesar 75,1 atau kategori “cukup”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial terhadap kinerja pegawai, serta menguji peran kepemimpinan transformasional sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, melibatkan 231 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dari total populasi 548 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala interval dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta analisis regresi moderasi. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepemimpinan transformasional terbukti memperkuat pengaruh ketiga jenis kecerdasan tersebut terhadap kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu dalam berpikir dan berinteraksi, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu memotivasi, menginspirasi, dan mengembangkan potensi bawahan. Implikasi dari penelitian ini mendorong instansi pemerintah untuk mengembangkan program penguatan kecerdasan dan kepemimpinan melalui pelatihan teknis, manajemen emosi, serta kegiatan sosial kolaboratif demi meningkatkan kinerja aparatur secara berkelanjutan.
Kata kunci: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kepemimpinan transformasional, kinerja.
Global competition requires organizations to have high-quality human resources (HR) to achieve optimal performance. However, real conditions show that the performance of civil servants (ASN) and government contract employees (P3K) in sub-districts across Kuningan Regency remains suboptimal, as indicated by an average performance score of 75.1, categorized as "adequate." This study aims to analyze the influence of intellectual intelligence, emotional intelligence, and social intelligence on employee performance, and to examine the moderating role of transformational leadership. A quantitative method was employed using a descriptive and verification approach, involving 231 respondents selected from a population of 548 employees through Slovin’s formula. Data were collected using a questionnaire with an interval scale and analyzed through validity and reliability tests as well as moderated regression analysis. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics version 25. The results reveal that intellectual, emotional, and social intelligences have a positive and significant effect on employee performance. Furthermore, transformational leadership was found to strengthen the effect of these intelligences on performance. These findings suggest that enhancing employee performance depends not only on individual cognitive and interpersonal abilities but also on leadership that can motivate, inspire, and develop the potential of subordinates. The practical implication of this study encourages public institutions to implement integrated capacity-building programs, including technical training, emotional management, and social collaboration, to sustainably improve public sector performance.
Keywords: intellectual intelligence, emotional intelligence, social intelligence, transformational leadership, performance