ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kapasitas Aparatur Desa, Ketaatan Pelaporan Keuangan, Kualitas Pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Perencanaan terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan Desa. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan angket (kuisioner). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Desa, Sekertaris Desa, dan Kaur Keuangan sebanyak 87 responden. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan uji regeresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kapasitas Aparatur Desa, Ketaatan Pelaporan Keuangan, Kualitas Pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Perencanaan secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pengelolaan keuangan desa. Temuan ini menunjukkan bahwa penting bagi desa untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, mematuhi pelaporan keuangan secara konsisten, mengoptimalkan peran pengawasan BPD, memanfaatkan teknologi informasi secara efektif, serta menyusun perencanaan yang baik agar pengelolaan keuangan desa dapat berjalan dengan akuntabel, transparan, dan efisien. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam memperbaiki tata kelola keuangan melalui pengembangan aparatur dan sistem yang sejalan dengan prinsip-prinsip good governance. Selain itu, penelitian ini juga bisa dijadikan referensi bagi para pembuat kebijakan dalam menyusun strategi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan di tingkat desa
Kata Kunci : Kapasitas Aparatur Desa, Ketaatan Pelaporan Keuangan, Kualitas Pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Perencanaan.
ABSTRACT
This study aims to analyze the influence of Village Apparatus Capacity, Compliance with Financial Reporting, Quality of Supervision of the Village Consultative Body (BPD), Utilization of Information Technology, and Planning on Village Financial Management Performance. This research method is a quantitative research method using a questionnaire. The population in this study were all Village Heads, Village Secretaries, and Finance Officers totaling 87 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression tests. The results of this study indicate that Village Apparatus Capacity, Compliance with Financial Reporting, Quality of Supervision of the Village Consultative Body (BPD), Utilization of Information Technology, and Planning simultaneously have a significant positive effect on village financial management performance. These findings indicate that it is important for villages to improve their human resource capacity, comply with financial reporting consistently, optimize the role of BPD supervision, utilize information technology effectively, and prepare good planning so that village financial management can run accountably, transparently, and efficiently. Therefore, the results of this study can be a reference for village governments in improving financial governance through the development of apparatus and systems that are in line with the principles of good governance. In addition, this study can also be used as a reference for policy makers in developing strategies to improve financial management performance at the village level.
Keywords: Village Apparatus Capacity, Financial Reporting Compliance, Village Consultative Body (BPD) Supervision Quality, Information Technology Utilization, and Planning