Ulhaq, Yollanda Zalfadila
(2025)
MUTUAL SUPPORT AMONG WOMEN IN SPENCER BARBOSA’S INSTAGRAM COMMENT SECTION: AN ANALYSIS OF EMPHATIC STRESS.
S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.
Abstract
Penelitian ini menyelidiki bagaimana penekanan emosional berfungsi sebagai strategi linguistik untuk mengekspresikan solidaritas emosional dan dukungan mutual di antara perempuan dalam komunikasi digital, khususnya dalam komentar Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis penekanan emosional yang paling sering muncul dan fungsi komunikatifnya. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan menganalisis 206 komentar yang dipilih secara purposif. Data dikategorikan berdasarkan teori Ginarti, Widyasari, dan Wilyandri Sukma tentang jenis dan fungsi penekanan emosional. Analisis menunjukkan bahwa kelompok tunggal paling dominan dengan 62,1% (128 kejadian), diikuti oleh duplet 32,5% (67 kejadian), triplet 4,9% (10 kejadian), dan kuartet 0,5% (1 kejadian). Berkenaan dengan fungsi, penekanan emfatis paling sering digunakan untuk mengekspresikan pendapat (12,6%), diikuti oleh memperkuat kata (55,1%), menambahkan efek dramatis (28,1%), dan menjelaskan (4,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa penekanan emfatis dalam komunikasi online berfungsi sebagai alat yang kuat untuk menyampaikan emosi dan niat, terutama dalam konteks informal dan ekspresif seperti komentar media sosial. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang fitur bahasa digital dan implikasi pragmatiknya dalam diskursus online.
This research investigates how emphatic stress functions as a linguistic strategy for expressing emotional solidarity and mutual support among women in digital communication, particularly in Instagram comments.. The study aims to identify the most frequently occurring types of emphatic stress and their communicative functions. A qualitative descriptive method was employed, analyzing 206 comments selected purposively. The data were categorized based on the theory of Ginarti, Widyasari, and Wilyandri Sukma about types and functions of emphatic stress. The analysis revealed that single groups were the most dominant with 62.1% (128 occurrences), followed by duplets at 32.5% (67 occurrences), triplets at 4.9% (10 occurrences), and quartets at 0.5% (1 occurrence). Regarding functions, emphatic stress was most commonly used to express an opinion (12.6%), followed by to strengthen the word (55.1%), to add dramatic effect (28.1%), and to clarify (4.2%). These findings indicate that emphatic stress in online communication serves as a powerful tool to convey emotion and intention, particularly in informal, expressive contexts such as social media comments. The study contributes to a deeper understanding of digital language features and their pragmatic implications in online discourse.
Actions (login required)

- View Item