Zahra, Fatimah
(2026)
BUKU CERITA BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA PENGENALAN TOKOH PUNAKAWAN WAYANG GOLEK BAGI ANAK USIA 9-12 TAHUN.
S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.
Abstract
Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya, salah satunya adalah kesenian wayang golek yang berasal dari Jawa Barat. Dalam pertunjukan wayang golek terdapat tokoh-tokoh Punakawan seperti Semar, Cepot, Dawala, dan Gareng yang tidak hanya berperan sebagai penghibur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai kehidupan. Namun, di era modern ini, minat anak-anak terhadap budaya tradisional semakin menurun akibat dominasi budaya populer modern. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah buku cerita bergambar sebagai media edukatif untuk memperkenalkan tokoh-tokoh Punakawan wayang golek kepada anak usia 9–12 tahun. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Proses perancangan mengacu pada lima tahap proses desain menurut Bryan Lawson, yaitu permasalahan, analisis, sintesis, evaluasi, dan solusi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku cerita bergambar dengan gaya visual kartun yang dirancang sesuai dengan dunia anak anak. Visualisasi tokoh-tokoh Punakawan disesuaikan dengan karakteristik khas masing-masing tokoh dan disajikan secara menarik, informatif, serta mudah dipahami oleh anak. Buku ini terbukti efektif sebagai media pengenalan budaya lokal dan mampu meningkatkan ketertarikan anak terhadap kesenian wayang golek.
Indonesia has a rich cultural heritage, one of which is wayang golek, a traditional puppet art form originating from West Java. In wayang golek performances, there are Punakawan characters such as Semar, Cepot, Dawala, and Gareng who serve not only as entertainers but also as messengers of moral values and life lessons. However, in the modern era, children's interest in traditional culture has declined due to the dominance of modern popular culture. This study aims to design an illustrated storybook as an educational medium to introduce the Punakawan characters of wayang golek to children aged 9–12. A qualitative method with a descriptive approach was used. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies. The design process follows Bryan Lawson’s five stages of design: problem, analysis, synthesis, evaluation, and solution. The result of this study is an illustrated storybook with a cartoon-style visual approach tailored to the world of children. The visualization of each Punakawan character is adapted to their unique traits and presented in an engaging, informative, and child-friendly manner. The book has proven effective as a medium for introducing local culture and increasing children's interest in wayang golek as part of Indonesia's cultural heritage.
Actions (login required)

- View Item