Arifah, Dini
(2025)
INTERFERENSI BAHASA DAERAH DALAM PROSES PEMBELAJARAN FORMAL DI SMPN 2 CIDAHU KELAS VII DAN RANCANGAN STRATEGI PEMBINAAN BAHASA INDONESIADI DALAMNYA.
S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.
Abstract
Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional terutama dalam proses pembelajaran formal. Pada kenyataannya, masih banyak menggunakan bahasa daerah dalam proses pembelajaran formal yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan terhadap bahasa Indonesia dan penguasaan kosa kata bahasa Indonesia, sehingga terjadi interferensi bahasa. Oleh karena itu diperlukan rancangan strategi pembinaan bahasa Indonesia untuk mengurangi interferensi bahasa. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana interferensi bahasa daerah dalam proses pembelajaran formal kelas VII SMPN 2 Cidahu?, dan bagaimana rancangan strategi pembinaan bahasa Indonesia pada peserta didik kelas VII SMPN 2 Cidahu?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi bahasa daerah dalam proses pembelajaran formal dan rancangan strategi pembinaan bahasa Indonesia kelas VII SMPN 2 Cidahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mendeskripsikan melalui pendekatan kualitatif dari hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi bahasa daerah dalam proses pembelajaran formal khususnya bahasa Sunda ke dalam bahasa Indonesia cukup dominan. Interferensi ini terjadi pada aspek morfologi terutama pembentukan kata yang menggunakan afiksasi seperti -eun, -keun, nga-, dan ke-. Sementara itu, rancangan strategi pembinaan bahasa Indonesia yang disusun dengan tahapan mengenali masyarakat binaan, menetapkan tujuan pembinaan menentukan bahan dan strategi yang akan dibinakan, evaluasi hasil pembinaan.
Kata kunci : afiksasi, interferensi bahasa, morfologi, rancangan strategi pembinaan.
Indonesian must be used as the language of instruction in national education, especially in the formal learning process. In fact, there are still many uses of regional languages in the formal learning process due to the lack of knowledge of the Indonesian language and mastery of Indonesian vocabulary, resulting in language interference. Therefore, it is necessary to design an Indonesian language development strategy to reduce language interference. The formulation of the problem in this study includes how is the interference of regional languages in the formal learning process of grade VII of SMPN 2 Cidahu?, how is the design of the Indonesian language development strategy for grade VII students of SMPN 2 Cidahu?. This study aims to describe the interference of regional languages in the formal learning process and the design of Indonesian language development strategies for grade VII of SMPN 2 Cidahu. The method used in this study is to describe through a qualitative approach the results of observation and documentation. The results of this study show that the interference of regional languages in the formal learning process, especially Sundanese, into Indonesian is quite dominant. This interference occurs in morphological aspects, especially the formation of words that use affixes such as -eun, -keun, nga-, and ke-. Meanwhile, the draft of the Indonesian language development strategy is prepared with the stages of recognizing the assisted community, setting the goals of the coaching, determining the materials and strategies to be fostered, and evaluating the results of the coaching.
Keywords : affixation, language interference, morphology, development strategy design.
Actions (login required)

- View Item