Mubarok, Muhamad Andi
(2025)
IMPLEMENTASI METODE WMA DAN ROP PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA APOTEK CIGADUNG.
S1 / D3 thesis, KODEPRODI57201#S1 Sistem Informasi.
Abstract
Apotek Cigadung yang berlokasi di Kuningan, Jawa Barat, menghadapi tantangan dalam pengelolaan inventaris, termasuk tingkat stok yang tidak terkendali yang dapat mengakibatkan kekurangan atau kelebihan stok. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengintegrasikan metode dan Reorder Point (ROP) ke dalam sistem informasi manajemen inventaris. Metode WMA digunakan untuk memperkirakan permintaan obat berdasarkan data penjualan historis, sedangkan metode ROP menentukan titik pemesanan ulang yang optimal untuk mempertahankan tingkat stok yang ideal. Sistem ini memungkinkan pemantauan inventaris secara real-time, mengirimkan peringatan ketika stok mencapai ambang batas pemesanan ulang, dan meningkatkan efisiensi manajemen stok secara keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa metode WMA memberikan prakiraan penjualan yang sangat akurat, mencapai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) hanya 1,33% pada bulan Maret—diklasifikasikan sebagai "sangat baik." Selain itu, metode ROP secara efektif mengidentifikasi persyaratan stok minimum untuk mencegah kekurangan. Dengan sistem ini, Apotek Cigadung telah meningkatkan efisiensi inventaris, meminimalkan risiko stok, dan meningkatkan pengambilan keputusan dalam pengadaan obat.
Kata Kunci: Manajemen Persediaan, Weighted Moving Average (WMA), Reorder Point (ROP), Sistem Informasi.
Cigadung Pharmacy, located in Kuningan, West Java, faces challenges in inventory management, including uncontrolled stock levels that can result in shortages or overstocking. To address these issues, this study integrates the and methods into an inventory management information system. The WMA method is used to forecast medication demand based on historical sales data, while the ROP method determines the optimal reorder point to maintain ideal stock levels. The system enables real-time inventory monitoring, sends alerts when stock reaches the reorder threshold, and enhances overall stock management efficiency. Results indicate that the WMA method delivers highly accurate sales forecasts, achieving a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of just 1.33% in March—classified as "very good." Additionally, the ROP method effectively identifies minimum stock requirements to prevent shortages. With this system, Cigadung Pharmacy has improved inventory efficiency, minimized stock risks, and enhanced decision-making in medicine procurement.
Keywords: Inventory Management, , Reorder Point (ROP), Information System
Actions (login required)

- View Item