Kabupaten Kuningan memiliki sumber daya alam dan warisan budaya sejarah yang penting sebagai potensi pengembangan pariwisata. Salah satu objek wisata yang menawarkan keindahan alam adalah Wisata Sidomba, yang terletak di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jumlah pengunjung di Wisata Sidomba mengalami fluktuasi dan meningkat pada periode tertentu, yang menunjukkan intensitas aktivitas manusia yang cukup tinggi. Aktivitas manusia yang tinggi di area yang dipenuhi pohon membuat aspek keselamatan menjadi sangat penting. Kerusakan pohon yang tidak dipantau dengan baik dapat membahayakan pengunjung dan lingkungan sekitar, seperti pohon tumbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis pohon dan tingkat kerusakan pohon, serta menganalisis risiko kecelakaan yang ditimbulkan terhadap keselamatan pengunjung di Wisata Sidomba. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2026 dengan menggunakan metode sensus pada semua pohon yang berada di sepanjang jalur wisata, area istirahat, dan sekitar fasilitas umum bagi pengunjung. Penilaian kesehatan pohon dilakukan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Analisis risiko kecelakaan dilakukan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determine Control (HIRADC). Hasil menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis pohon dengan total 243 individu pohon di area Wisata Sidomba. Jenis pohon yang paling dominan adalah Cassia siamea sebanyak 56 individu, Swietenia macrophylla sebanyak 50 individu, Ficus spp sebanyak 27 individu, Gnetum gnemon sebanyak 22 individu, dan Toona sureni sebanyak 21 individu. Berdasarkan perhitungan Nilai Indeks Kerusakan (NIK), 82 pohon dikategorikan sehat, 148 pohon rusak ringan, dan 13 pohon rusak sedang. Lokasi kerusakan yang paling sering ditemukan adalah bagian daun sebesar 20,63%, sedangkan jenis kerusakan yang paling dominan adalah luka terbuka sebesar 24,12%. Rata‑rata nilai NIK sebesar 6,3 menunjukkan bahwa kondisi kesehatan pohon secara keseluruhan di lokasi penelitian tergolong rusak ringan. Analisis risiko menunjukkan bahwa beberapa kerusakan pohon berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengunjung, seperti ranting patah dan pohon tumbang. Oleh karena itu, upaya pemeliharaan, pemantauan rutin, dan mitigasi risiko diperlukan untuk menjaga kesehatan pohon dan mendukung keselamatan pengunjung di kawasan wisata.
Kuningan regency has rich natural resources and historica; cultural heritage that are important potentials for tourism development. One of the tourism attraction offering natural beauty is Sidomba Tourist Attraction, located on the slopes of Mount Ciremai, Kuningan Regency, West Java. Visitor numbers at Sidomba Tourist Attraction have fluctuated and increased during curtain periods, indicating a fairly high intensity of human activity. High human activity in area filled with trees makes safety a very important aspect. Tree damage that is not monitored properly can endanger visitors and the surrounding environment, such a falling trees. This study aims to determine the composition of tree species and the level off tree damage, as well as to analyze the accident risk posed to visitor safety at Sidomba Touris Attraction. The research was conducted from March to April 2026 using a census method on all trees located along tourist paths, rest areas, and around public facilities for visitors. Tree health assessment was carried out using the Forest Health Monitoring (FHM) method. Accident risk analysis was conducted using the Hazard Identification, Risk Assesment, and Determine Control (HIRADC) method. The result showed that there was 25 tree species with a total of 243 individual trees in the Sidomba Tourist Attraction area. The most dominant tree species were Cassia siamea with 56 individuals, Swietenia marophylla with 50 individuals, Ficus spp with 27 individuals, Gnetum gnemon with 22 individuals, and Toona sureni with 21 individuals. Based on the calculation of the Damage Index Value (NIK), 82 trees were categorized as healthy, 148 trees as lightly damaged, and 13 trees as moderately damaged. The most common damage location was found on the leaves at 20.63%, while the most dominant damage type was open wounds at 24.12%. The average NIK value of 6.3 indicates that the overall tree health condition in the study area is classified as lightly damaged. Risk analysis showed that several tree damages have the potential to pose accident risks to visitors, such as broken branches and falling trees. Therefore, maintenance efforts, routine monitoring, and risk mitigation are needed to maintain tree health and support visitor safety in the tourist area.