Rizqi, Alif Alfi
(2026)
IDENTIFIKASI DAN PEMANFAATAN JENIS BAMBU
DI KABUPATEN KUNINGAN.
S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.
Abstract
Bambu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai strategis, baik dari aspek ekologi maupun ekonomi. Kabupaten Kuningan sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi memiliki potensi pemanfaatan bambu yang besar, namun belum terdata secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bambu yang dimanfaatkan serta menggambarkan bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat di Kabupaten Kuningan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap masyarakat di empat desa/kelurahan yang dipilih secara acak, yakni Kelurahan Citangtu, Sukamulya, Desa Setianegara, dan Mandalajaya. Penentuan responden menggunakan teknik snowball sampling untuk mengidentifikasi pelaku pemanfaatan bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis bambu yang umum dimanfaatkan masyarakat, yaitu Gigantochloa apus (bambu tali), Gigantochloa pseudoarundinacea (bambu surat), Dendrocalamus asper (bambu betung), Schizostachyum blumei (bambu tamiang), serta Gigantochloa atter (bambu hitam dan temen). Jenis bambu tersebut dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, seperti kerajinan tangan, alat musik tradisional, peralatan rumah tangga, serta konstruksi bangunan ringan. Kelurahan Citangtu tercatat sebagai wilayah dengan jumlah jenis bambu dan variasi pemanfaatan terbanyak. Menurut hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan bambu secara berkelanjutan serta perlunya dukungan terhadap pelestarian dalam memanfaatkan bambu sebagai sumber daya alam yang dapat menunjang perekonomian masyarakat.
Kata Kunci: bambu, identifikasi, pemanfaatan, Kabupaten Kuningan.
Bamboo is one of the non-timber forest products that holds strategic value both ecologically and economically. Kuningan Regency, as an area with high biodiversity, has great potential for bamboo utilization, but this potential has not been systematically documented. This study aims to identify the types of bamboo utilized and to describe the forms of utilization by the local community in Kuningan Regency. The research was conducted using a qualitative descriptive approach through semi-structured interviews with residents in four randomly selected villages/sub-districts, namely Citangtu Sub-district, Sukamulya, Setianegara Village, and Mandalajaya. Respondents were selected using snowball sampling to identify bamboo users. The results show that there are six commonly used bamboo species, namely Gigantochloa apus (bamboo tali), Gigantochloa pseudoarundinacea (bamboo surat), Dendrocalamus asper (bamboo betung), Schizostachyum blumei (bamboo tamiang), and Gigantochloa atter (black bamboo and temen). These bamboo species are utilized in various forms such as handicrafts, traditional musical instruments, household tools, and lightweight building construction. Citangtu Sub-district was recorded as the area with the highest diversity of bamboo species and utilization variations. The findings of this study emphasize the importance of sustainable bamboo management and the need for support in conservation efforts to utilize bamboo as a natural resource that can enhance the local economy.
Keywords: bamboo, identification, utilization, Kuningan Regency.
Actions (login required)

- View Item