Kota Kuningan sebagai salah satu daerah yang terus berkembang menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas lingkungan di tengah pesatnya urbanisasi dan pembangunan infrastruktur. Jalan-jalan utama di Kota Kuningan merupakan jalur yang menghubungkan berbagai lokasi penting, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan permukiman. Selain itu, Kota Kuningan menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan pohon peneduh di jalan-jalan utama Kota Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus, di mana seluruh pohon peneduh di 6 jalan utama akan dicatat. Keenam jalan tersebut meliputi Jalan Siliwangi, Jalan Pramuka, Jalan Veteran, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenral Sudirman, dan Jalan RE. Martadinata. Hasil penelitian ditemukan 24 jenis pohon peneduh di jalan-jalan utama Kota Kuningan yaitu Angsana (Pterocarpus indicus), Asem Jawa (Tamarindus indica), Bungur (Lagerstroemia speciosa), Damar (Agathis dammara), Flamboyan (Delonix regia), Glodogan Tiang (Polyalthia longifolia), Jati Putih (Gmelina arborea), Juwet (Syzygium cumini), Kapuk (Ceiba pentandra), Kenari (Canarium indicum), Kerai Payung (Filicium decipiens), Kersen (Muntingia calabura), Ketapang Kencana (Terminalia mantaly), Kiara (Ficus annulata), Kihiang (Albizia procera), Kihujan (Samanea saman), Mahoni (Swietenia mahagoni), Mangga (Mangifera indica), Matoa (Pometia pinnata), Mengkudu (Morinda citrifolia), Nyamplung (Calophyllum inophyllum), Sonokeling (Dalbergia sissoo), Tanjung (Mimusops elengi), dan Wuni (Antidesma bunius).
Kata Kunci : Pohon peneduh, inventarisasi, ruang terbuka hijau, hutan kota
Kuningan City as one of the areas that continues to develop has challenges in maintaining the quality of the environment amidst rapid urbanization and infrastructure development. The main roads in Kuningan City are routes that connect various important locations, such as shopping centers, offices, and settlements. In addition, Kuningan City faces the challenge of maintaining a balance between infrastructure development and environmental preservation. The purpose of this study was to determine the types and abundance of shade trees on the main roads of Kuningan City. The method used in this study is the census method, where all shade trees on 6 main roads will be recorded. The six roads include Jalan Siliwangi, Jalan Pramuka, Jalan Veteran, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenral Sudirman and Jalan RE. Martadinata. The results of the study were the discovery of 24 types of shade trees on the main roads of Kuningan City, namely Angsana (Pterocarpus indicus), Asem Jawa (Tamarindus indica), Bungur (Lagerstroemia speciosa), Damar (Agathis dammara), Flamboyan (Delonix regia), Glodogan Tiang (Polyalthia longifolia), Jati Putih (Gmelina arborea), Juwet (Syzygium cumini), Kapuk (Ceiba pentandra), Kenari (Canarium indicum), Kerai Payung (Filicium decipiens), Kersen (Muntingia calabura), Ketapang Kencana (Terminalia mantaly), Kiara (Ficus annulata), Kihiang (Albizia procera), Kihujan (Samanea saman), Mahoni (Swietenia mahagoni), Mangga (Mangifera indica), Matoa (Pometia pinnata), Mengkudu (Morinda citrifolia), Nyamplung (Calophyllum inophyllum), Sonokeling (Dalbergia sissoo), Tanjung (Mimusops elengi), and Wuni (Antidesma bunius).
Keywords : Shade trees, inventory, green open space, urban forest