Penggunaan bahasa yang semakin informal dan ekspresif dalam konten digital, khususnya di YouTube, menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana bahasa seperti kata umpatan berfungsi dalam komunikasi daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi kata umpatan yang digunakan oleh Ashley dalam video reaksi berjudul “Horny Shakespeare has Risen *Short N Sweet Album Reaction*”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada klasifikasi kata umpatan oleh Hughes dalam Sarnika (2018) serta teori fungsi kata umpatan oleh Andersson dan Trudgill dalam Meliyana (2024). Data diperoleh dari transkrip video dan dianalisis berdasarkan kategori jenis dan fungsi kata umpatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat total 55 kata umpatan yang dikategorikan ke dalam lima jenis, yaitu: yang berkaitan dengan aktivitas seksual (22 kata atau 40,00%), nama hewan (16 kata atau 29,09%), hal tabu atau keagamaan (14 kata atau 25,45%), kotoran atau ekskresi (2 kata atau 3,64%), dan seks (1 kata atau 1,82%). Tidak ditemukan kemunculan kata umpatan yang berkaitan dengan latar belakang personal, gangguan mental, maupun rasisme. Dilihat dari fungsinya, fungsi yang paling dominan adalah expletive swearing atau umpatan untuk mengekspresikan emosi (26 kata atau 49,06%), diikuti oleh abusive, humorous, dan auxiliary swearing yang masing-masing muncul sebanyak 9 kali (16,98%). Temuan ini menunjukkan bahwa kata umpatan tidak hanya digunakan untuk mengekspresikan emosi, tetapi juga untuk meningkatkan aspek hiburan dan ekspresivitas dalam video. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana bahasa informal digunakan dalam konten digital, khususnya dalam konteks video reaksi.
Kata Kunci: Fungsi, React by Ash, Kata Umpatan, Jenis
The increasing use of informal and expressive language in digital
content, particularly on YouTube, raises questions about how language such as swear words functions in online communication. This study aims to analyze the types and functions of swear words used by Ashley in the reaction video titled “Horny Shakespeare has Risen *Short N Sweet Album Reaction*”. The research adopts a qualitative approach, employing the classification of swear words by
Hughes in Sarnika (2018) and the functional theory of swearing by Andersson &
Trudgill in Meliyana (2024). The data were obtained from the video transcript and analyzed based on the categories of swear word types and functions. The findings
reveal a total of 55 swear words, which are categorized into five types: related to
sexual activities (22 words or 40.00%), names of animals (16 words or 29.09%),
taboo or religion (14 words or 25.45%), excrement (2 words or 3.64%), and sex (1
word or 1.82%). No occurrences were found for categories such as personal
background, mental illness, or racism. Regarding their functions, the most dominant
was expletive swearing (26 words or 49.06%), followed by abusive, humorous, and
auxiliary swearing, each appearing 9 times (16.98%). These findings suggest that
swear words were not only used to express emotions but also to enhance the
entertainment and expressiveness of the video. This study provides insights into
how informal language is utilized in digital content, particularly in the context of reaction videos.
Keywords: Function, React by Ash, Swear Words, Types