Santoso, Erik
(2025)
KELIMPAHAN POTENSI PAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI HUTAN SEKUNDER DESA SUKAMENAK KECAMATAN BANTARUJEG KABUPATEN MAJALENGKA.
S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.
Abstract
The long-tailed macaque (Macaca fascicularis) is a primate species that relies heavily on forest vegetation as a natural food source. This research aims to identify the types of vegetation serving as food and analyze the adequacy of food sources for the long-tailed macaque in the secondary forest of Sukamenak Village, Bantarujeg Subdistrict, Majalengka Regency. Vegetation analysis was conducted using the transect method at the pole and tree levels, assessing species density, frequency, dominance, and Important Value Index (IVI). The results show that 11 plant species serve as primary food sources, notably Lansium domesticum (kokosan), Pyrenaria serrata (ki jeruk), Schima wallichii (puspa), and Antidesma bunius (wuni). The vegetation diversity index (Shannon-Wiener) ranged from 2.602 to 2.674, indicating a moderate level of diversity. Most food species produce fruit during the November–April period, With the season among others May and October. This seasonal scarcity may trigger crop-raiding behavior and human-wildlife conflict. Species such as Ficus ampelas, which fruit year-round, are crucial as buffer food sources. This study provides baseline data for conservation strategies aimed at enhancing habitat quality and mitigating human–macaque conflicts.
Keywords: Macaca fascicularis, food potential, secondary forest.
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan jenis primata yang sangat bergantung pada vegetasi hutan sebagai sumber pakan alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis vegetasi yang menjadi sumber pakan serta menganalisis kecukupan pakan bagi Monyet ekor panjang di hutan sekunder Desa Sukamenak, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Analisis vegetasi dilakukan dengan metode transek pada tingkat tiang dan pohon, dengan menilai kerapatan, frekuensi, dominansi, serta Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan utama, di antaranya Lansium domesticum (kokosan), Pyrenaria serrata (ki jeruk), Schima wallichii (puspa), dan Antidesma bunius (wuni). Indeks keanekaragaman vegetasi (Shannon-Wiener) berkisar antara 2,602–2,674 yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Sebagian besar jenis pakan berbuah pada periode November–April, dengan musim antara lain Mei dan Oktober. Kelangkaan musiman ini dapat memicu perilaku merusak tanaman (crop raiding) dan konflik satwa–manusia. Jenis seperti Ficus ampelas yang berbuah sepanjang tahun berperan penting sebagai sumber pakan penyangga. Penelitian ini memberikan data dasar untuk strategi konservasi dalam meningkatkan kualitas habitat dan mengurangi konflik antara manusia dengan Monyet ekor panjang.
Kata kunci: Macaca fascicularis, potensi pakan, hutan sekunder.
Actions (login required)

- View Item