Rachmat, Nurhaliza Ainur
(2025)
ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TIDAK PADA TEMPATNYA DI WILAYAH PERKOTAAN : (Studi Kasus Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan).
S1 / D3 thesis, Universitas Kuningan.
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Kuningan telah menyebabkan bertambahnya volume sampah, sementara ketersediaan tempat pembuangan sampah (TPS) resmi masih belum memadai. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk membuang sampah secara tidak semestinya, seperti di pinggir jalan, kebun, sawah, bantaran sungai, dan bawah jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial lokasi pembuangan sampah ilegal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan melakukan observasi lapangan menggunakan GPS untuk memetakan lokasi TPS ilegal, serta wawancara untuk memahami penyebab kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 45 lokasi TPS ilegal yang tersebar di 9 kelurahan, dengan jumlah terbanyak berada di Kelurahan Cijoho (11 lokasi) dan Ciporang (7 lokasi). Analisis Average Nearest Neighbor (ANN) menunjukkan bahwa pola sebaran TPS termasuk dalam kategori mengelompok (clustered), yang mengindikasikan adanya kecenderungan masyarakat membuang sampah pada lokasi-lokasi tertentu yang berdekatan. Faktor utama yang memengaruhi munculnya TPS ilegal adalah keterbatasan ketersediaan TPS resmi, layanan pengangkutan sampah yang kurang memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap praktik pengelolaan sampah yang baik.
Kata Kunci: Distribusi Spasial, Kecamatan Kuningan, Sampah, Tempat Pembuangan Ilegal.
The increase in population and community activities in Kuningan District has led to a growing volume of waste, while the availability of official waste disposal sites (TPS) remains inadequate. This situation has prompted residents to dispose of waste improperly, such as along roadsides, in gardens, rice fields, riverbanks, and under bridges. This study aims to analyze the spatial distribution of illegal waste disposal sites and identify the factors contributing to their emergence. The method used is a descriptive quantitative approach, involving field observations with GPS to map the locations of illegal TPS, as well as interviews to understand the causes behind their emergence. The results show that there are 45 illegal TPS locations spread across 9 urban villages, with the highest number found in Cijoho (11 sites) and Ciporang (7 sites). The Average Nearest Neighbor (ANN) analysis indicates that the distribution pattern of the TPS is categorized as clustered, suggesting a tendency for people to dump waste in certain nearby locations. The main factors contributing to the emergence of illegal TPS are the limited availability of official TPS, inadequate waste collection services, and low public awareness of proper waste management practices.
Keywords : Spatial Distribution, Kuningan District, Waste, Illegal Disposal Sites.
Actions (login required)

- View Item